Kebudayaan
dan Kerajinan Daerah Klaten
Jawa
Tengah, memiliki berbagai macam daerah wisata yang dapat dikunjungi.
Tempat-tempat tersebut juga memiliki kebudayaan yang bagus pula. Salah satu
daerah di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jogjakarta ada daerah kecil,
bernama Klaten. Klaten adalah kota di dekat prambanan. Di Klaten tempat yang
paling populer adalah rowo jombor, bulus jimbung, makam dan lain-lain. Rowo
Jombor merupakan suatu sutu daerah rawa yang luas dan ada warung-warung
terapung yang menajajkan berbagai makanan ikan. Bulus jimbung merupakan tempat
wisata yang berisi kura-kura yang sudah berusia beratus tahun. Ada juga makam
kyai yang sering diziarahi wisatawan. Sistem Adat istiadat yang diterapkan di
Klaten adalah percampuran antara Jogja dan solo. Di Klaten Ada adat yang hanya
diselenggaran setahun sekali yaitu gebyar syawalan. Gebyar syawalan adalah
menyebar ketupat di waktu lebaran oleh para orang yang berwenang dengan tujuan
agar ketupat yang disebar membawa berkah. Syawalan ini selalu diikuti oleh
dengan adanya pasar kaget di sepanjang jalan di Jimbung yang digunakan untuk
syawalan. Di Klaten bahasa yang digunakan adalah bawasa Jawa. Para penduduk
menggunakan bahasa Jawa sebagi bahasa sehari-hari. Makanan khas Klaten adalah
ayam panggang. Makanan khas di Klaten mungkin sama dengan daerah-daerah di
daerah provinsi Jawa Tengah lain. Jenis makanan yang ada di Klaten dominan
dengan rasa manis. Oleh-oleh yang biasa dicari wisatawan saat di Klaten adalah
dodol. Klaten memiliki banyak kesenian dan kerajinan. Kesenian di Klaten
umumnya sama dengan kesenian di daerah Jawa Tengah lainnya seperti gamelan,
lagu macapat dan lagu tradisional. Kebudayaan semacam itu harus dipertahankan
agar terjaga kelestariannya. Di bidang kerajinan Klaten memiliki beberapa hasil
kerajinan yang berkualitas seperti gerabah yang dibuat dari tanah liat, kain
lurik (kain yang bermotif lurik), payung juwiring (payung hiasan yang terbuat
dari bahan kertas), meubel-meubel ukir dan lain-lain. Setiap daerah pasti
memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri…
Budaya
yang Melekat Pada Diri Manusia Daerah Klaten Jateng
Kota Klaten,
kota yang terletak antara dua kota Besar yaitu Solo dan Yogyakarta dan diantara
empat keraton yaitu Kasunanan, Mangkunegaran, Kasultanan dan Pakualaman,
merupakan sebuah kota yang mempunyai ciri khas tersendiri di banding kota-kota
di Indonesia.
Mungkin banyak yang belum mengenal Kota Klaten, apalagi disisi
pariwisata dan budaya Kota Klaten. Mungkin yang paling diminati orang-orang
adalah Wisata Kuliner dari Kota Klaten yaitu Warung Apung Rowo
Jombor. Warung Apung ini menyediakan aneka kuliner olahan ikan. Kebudayaan
di Kota Klaten juga sangat banyak, antara lain dalam seni dan kerajinan kain. Kain Lurik dalam sejarahnya tidak lepas
dari kota Klaten dan khususnya daerah Kecamatan Pedan. Sehingga masyarakat Jawa
Tengah dan Indonesia akan memandang Kota Klaten apabila bicara tentang Lurik.
Beralih ke makanan
tradisional masyarakat klaten menyukai cabuk rambak, emping
wedang ronde, intip kerak nasi, keripik belut dan nasi
liwet karena bahan-bahannya dapat di peroleh dari alam atau mudah di cari.
Seperti emping bisa di buat dari melinjau bahannya bisa di peroleh dengan
mengambil di pohon melinjau hasil tanaman.
1.) keripik belut
1.) keripik belut
Wayang orang bisa di mainkan kapan saja sebagai
pertunjukan hiburan, wayang orang disebut juga dengan istilah wayang wong
(bahasa Jawa)
adalah wayang yang dimainkan
dengan menggunakan orang sebagai tokoh dalam cerita wayang tersebut. Sesuai
dengan nama sebutannya, wayang tersebut tidak lagi dipergelarkan dengan
memainkan boneka-boneka wayang (wayang kulit yang biasanya terbuat dari
bahan kulit kerbau ataupun yang lain), akan tetapi menampilkan manusia-manusia
sebagai pengganti boneka-boneka wayang tersebut. Mereka memakai pakaian sama
seperti hiasan-hiasan yang dipakai pada wayang kulit. Supaya bentuk muka atau
bangun muka mereka menyerupai wayang kulit (kalau dilihat dari samping), sering
kali pemain wayang orang ini diubah/ dihias mukanya dengan tambahan gambar atau
lukisan.
Pertunjukkan wayang orang yang masih ada saat
ini, salah satunya adalah wayang orang Barata (di kawasan Pasar Senen, Jakarta), Taman Mini
Indonesia Indah, Taman Sriwedari Solo,
dan lain-lain. tradisi dari pulau jawa ini adalah masyarakat mempunyai
hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan antara masyarakat satu dengan
yang lainnya contohnya: saling bergotong-royong (rewang) jika menyelenggarakan
hajatan. pasti warganya berbondong-bondong datang untuk membantunya. Bukan
hanya itu saja juga terdapat makanan tradisional khas klaten seperti cabuk
rambak, emping, wedang ronde, intip kerak nasi, keripik belut dan nasi liwet
serta mainan tradisional musiman seperti musim layangan, gangsingan, kelereng
kemudian ada juga wisata kuliner, seni kerajinan kain dan wayang orang.
Semoga bermanfaat…:))




